
WOWFACT.ID – Air adalah sumber kehidupan yang tak tergantikan. Setiap manusia membutuhkan air untuk bertahan hidup, dan tanpa itu, keberlangsungan hidup mustahil terjadi. Namun, air ternyata bukan sekadar cairan yang menopang tubuh. Ia menyimpan misteri yang pernah diungkap oleh seorang ilmuwan asal Jepang, Dr. Masaru Emoto.
Penelitian yang Menggemparkan Dunia
Antara tahun 1994 hingga 2004, Dr. Emoto melakukan serangkaian eksperimen yang menunjukkan bahwa air dapat bereaksi terhadap kata-kata. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa kata-kata positif seperti cinta, syukur, dan kebaikan membentuk kristal air yang indah dan harmonis. Sebaliknya, kata-kata negatif menghasilkan pola kristal yang kacau dan terdistorsi.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar: jika air dalam sebuah gelas bisa berubah karena kata-kata, bagaimana dengan tubuh manusia yang lebih dari 70 persen terdiri dari air? Dr. Emoto meyakini bahwa ucapan dan pikiran kita dapat memengaruhi kondisi fisik, mental, dan emosional.

Doa, Musik, dan Energi
Penelitian Emoto terdokumentasi dalam buku The Hidden Messages in Water. Ia menjelaskan bahwa air yang terpapar energi positif dari manusia berhati baik membentuk molekul yang indah, sementara energi negatif menghasilkan molekul rusak.
Eksperimen lain menunjukkan bahwa doa mampu mengubah kualitas air. Seorang pendeta Jepang, Kato Hoki, pernah berdoa selama satu jam di Bendungan Fujiwara. Hasilnya, kristal air yang semula keruh menjadi lebih jernih.
Selain doa, musik juga berpengaruh. Musik klasik menciptakan pola kristal yang indah, sedangkan musik heavy metal menghasilkan bentuk yang tidak beraturan. Hal ini memperkuat pandangan Emoto bahwa air memiliki sensitivitas terhadap energi suara dan niat manusia.
Dari Jepang ke Dunia
Karya Emoto membuka jalan bagi ilmuwan lain untuk mengembangkan teknologi praktis. Salah satunya adalah Bernard Ratheiser, insinyur asal Austria, yang sejak 1994 mengembangkan perangkat untuk merestrukturisasi molekul air.
Penelitian ini memang menuai kontroversi di kalangan ilmuwan, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa gagasan Emoto telah menginspirasi banyak orang untuk melihat air bukan hanya sebagai kebutuhan biologis, melainkan juga sebagai medium energi dan kesadaran.