Kencan pertama atau first date lazimnya diisi dengan momen-momen canggung, perbincangan ringan di kafe, atau makan malam romantis untuk saling mengenal satu sama lain. Namun, kisah luar biasa dan di luar nalar terjadi di Massachusetts, Amerika Serikat, ketika sebuah agenda kencan pertama justru berujung pada aksi kriminalitas penodongan bank yang mengejutkan publik global. Seorang pria bernama Christopher Castillo (33) nekat merampok sebuah bank di tengah-tengah jadwal kencannya bersama seorang perempuan yang baru ia kenal melalui aplikasi kencan daring.
Peristiwa menghebohkan ini bermula pada 5 Desember 2016 di wilayah North Attleboro, Massachusetts. Berdasarkan laporan investigasi kepolisian dan catatan pengadilan, Christopher Castillo mengatur pertemuan kencan pertamanya dengan seorang perempuan yang ia temui lewat aplikasi perjodohan. Alih-alih membawa teman kencannya menikmati suasana romantis, Castillo justru mengarahkan kendaraan menuju area Bristol County Savings Bank di North Attleboro. Di tempat tersebut, ia meminta sang perempuan untuk menunggu di dalam mobil sementara ia masuk ke dalam bank.

Tanpa disadari oleh perempuan yang menjadi teman kencannya, Castillo mendatangi teller bank dengan gestur mengancam, menyamar seolah-olah ia membawa senjata, dan menuntut penyerahan uang tunai. Setelah berhasil menggondol sejumlah uang tunai dari bank tersebut, Castillo keluar dengan tergesa-gesa dan kembali masuk ke dalam mobil, lalu meminta perempuan itu untuk segera melarikan diri dari lokasi kejadian. Sang perempuan yang awalnya tidak tahu apa-apa mulai merasa sangat curiga dan ketakutan melihat gelagat aneh serta uang tunai dalam jumlah besar yang dibawa oleh teman kencannya secara tiba-tiba di dalam mobil.
Sadar bahwa dirinya telah dimanfaatkan dan diseret ke dalam tindak pidana perampokan besar, perempuan tersebut langsung menolak untuk terus bekerja sama setelah mereka tiba di tempat yang lebih aman. Ia segera melaporkan insiden mengerikan tersebut kepada pihak berwenang kepolisian setempat. Berkat laporan cepat dan petunjuk krusial dari sang teman kencan, aparat kepolisian tidak membutuhkan waktu lama untuk melacak keberadaan pelaku dan meringkus Christopher Castillo beserta barang bukti kejahatannya.

Dalam proses peradilan selanjutnya di pengadilan negeri setempat, kasus kriminal unik ini berlanjut hingga tahap persidangan formal. Menghadapi bukti-bukti telak yang dikumpulkan oleh penyidik, termasuk kesaksian dari sang teman kencan, Christopher Castillo akhirnya memilih untuk mengaku bersalah atas dakwaan perampokan bank berskala federal tersebut. Kasus ini mendadak viral kembali di berbagai belahan dunia dan sering kali dibagikan sebagai salah satu cerita kencan daring paling absurd serta berbahaya dalam sejarah investigasi kriminal modern.





