Pemandangan tak biasa terjadi di sejumlah kota di China dan langsung viral di media sosial. Jika biasanya billboard raksasa dan layar LED di pusat kota dipenuhi wajah artis K-Pop, bintang iklan skincare, dan produk mewah, kini beberapa kota justru memajang foto para ilmuwan.
Fenomena ini pertama kali muncul pada Agustus 2026 di Provinsi Shandong. Tepatnya di kota Heze dan Zibo. Bukan karena perintah dari pemerintah pusat Beijing, melainkan inisiatif sukarela dari pengusaha dan pengelola pusat perbelanjaan yang memberikan slot iklan termahal mereka secara gratis untuk menampilkan poster penghormatan bagi pelopor sains China.
China's "Scientists on Big Screens" trend is happening in more cities, now in Hangzhou.
— Li Zexin 李泽欣 (@XH_Lee23) September 4, 2026
Scientists in this video are:
👨🔬Qian Xuesen: "Two Bombs, One Satellite" hero, father of China's space program
👨🔬Yuan Longping: father of hybrid rice
👨🔬Huang Xuhua: father of China's… https://t.co/QD6p2B4aMO pic.twitter.com/6dez8mfCob
Apa yang terjadi di Shandong ternyata memicu gerakan yang lebih besar. Kampanye ini kemudian menyebar luas ke kota-kota besar lainnya seperti Zhengzhou, Hangzhou, Chongqing, Jinan, hingga wilayah Inner Mongolia. Lokasi pemasangannya pun sangat strategis dan dilihat jutaan orang setiap hari, mulai dari stasiun metro, bandara, pusat perbelanjaan, hingga layar LED besar di persimpangan jalan raya.
Lantas, siapa saja ilmuwan yang wajahnya menggantikan artis tersebut? Mereka bukan orang sembarangan. Mereka adalah pahlawan nasional China di bidang sains yang kontribusinya berdampak bagi dunia.
Wajah yang menghiasi billboard tersebut adalah para tokoh penting dalam sejarah sains China, mulai dari Qian Xuesen sebagai pelopor teknologi roket, Deng Jiaxian sebagai arsitek di balik senjata nuklir pertama, Yuan Longping penemu beras hibrida yang menjadi solusi pangan dunia, hingga Tu Youyou penerima Nobel yang menemukan obat malaria.
China is putting scientists on giant screens in public places.
— Harsh Goenka (@hvgoenka) August 31, 2026
In India, our hoardings are dominated by politicians and film stars.
What we celebrate shapes what our children aspire to become. Why not put our scientists, teachers, doctors, innovators and nation-builders up there? pic.twitter.com/hcZyzGbEdz
Setiap potret dilengkapi dengan nama dan narasi singkat tentang kontribusi mereka bagi negara. Beberapa poster bahkan menuliskan mereka sebagai “top stars” atau bintang utama yang sesungguhnya.
China paham konsep attention economy. Daripada melarang anak mengidolakan artis, mereka mengganti figur yang mendominasi ruang publik. Anak yang setiap hari di metro melihat wajah Qian Xuesen, suatu hari akan bertanya siapa dia dan akhirnya mengenal roket. Role model tidak datang dari buku pelajaran saja, tapi dari apa yang dilihat sehari-hari.
Fenomena ini membuktikan billboard tidak harus selalu jualan. Stasiun metro bisa menjadi museum berjalan, mal bisa menjadi galeri pahlawan sains. Edukasi tidak harus membosankan di dalam kelas. China menunjukkan bahwa literasi sains bisa dibangun lewat ruang publik.









