Sebuah pemandangan memukau menyerupai ubur-ubur raksasa yang berpendar terang di langit malam terekam kamera usai peluncuran misi ke luar angkasa. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi penampakan fenomena visual yang dikenal sebagai space jellyfish tersebut sesaat setelah roket pengangkut lepas landas dari bumi. Pemandangan cahaya kebiruan berpadu ekor api melengkung itu terjadi menyusul keberhasilan peluncuran misi pasokan komersial ke-35 (35th commercial resupply services mission) kerja sama NASA dan SpaceX menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Meski sering memicu rasa penasaran publik dan disangka fenomena luar angkasa misterius, para peneliti menegaskan bahwa peristiwa ini murni fenomena optik atmosferik yang terbentuk secara ilmiah. Bentuk menyerupai ubur-ubur bercahaya tersebut tercipta saat kepulan gas buang (exhaust plume) roket menyembur dan mengembang bebas di lapisan atmosfer atas yang bertekanan udara sangat tipis. Karena tidak tertahan oleh kerapatan udara seperti di dekat permukaan bumi, partikel gas dan uap air sisa pembakaran mesin roket tersebut langsung melebar membentuk struktur gelembung gas raksasa di angkasa.
Many of you are talking about the “space jellyfish” following this morning’s launch from Space Launch Complex 40 at Cape Canaveral Space Force Station in Florida.
— NASA's Kennedy Space Center (@NASAKennedy) October 13, 2026
More than 6,300 scientific investigations and cargo are on their way to the @Space_Station, as part of SpaceX's 35th… pic.twitter.com/RyKTwBcd4P
Momen kemunculan efek visual unik ini sangat dipengaruhi oleh waktu peluncuran yang bertepatan dengan masa senja atau menjelang fajar (twilight phenomenon). Pada waktu tersebut, area daratan di bawah roket sudah berada dalam kondisi gelap karena matahari telah berada di balik cakrawala. Namun, di ketinggian puluhan kilometer tempat roket melesat, partikel gas buang roket masih tersorot langsung oleh sinar matahari. Sinar matahari dengan sudut rendah tersebut kemudian dibiaskan dan dihamburkan oleh partikel uap air dan kristal es di atmosfer atas, menciptakan ilusi optik kubah ubur-ubur yang bersinar terang dengan latar belakang langit malam.
Peluncuran wahana antariksa Dragon dalam misi CRS-35 ini membawa ribuan pon kargo penting untuk mendukung operasional para astronaut di orbit stasiun luar angkasa. Muatan sains yang dikirimkan mencakup berbagai instrumen eksperimen mutakhir, mulai dari penelitian biologi gravitasi mikro hingga uji coba material teknologi antariksa lanjutan. Fenomena space jellyfish ini pun menjadi atraksi visual yang selalu dinantikan fotografer langit setiap kali jadwal peluncuran roket bertemu dengan momen fajar atau senja hari.
Penulis: Dwi Amini




