Warga Bangkalan dihebohkan dengan laporan dugaan penyalahgunaan ajaran agama untuk meraup keuntungan. Seorang pria dengan inisial FA dilaporkan ke aparat kepolisian setelah diduga menghimpun dana dari pengikutnya dengan iming-iming spiritual.
Laporan tersebut datang dari Halimi, seorang warga yang berasal dari Sampang. Ia mengaku mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp1,3 miliar setelah mengikuti ajaran yang disampaikan FA bersama ayahnya.
Berdasarkan penuturan korban, rangkaian peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir, yakni antara 2019 sampai 2025. Pada masa itu, FA disebut-sebut mulai memperkenalkan diri sebagai sosok Imam Mahdi.
Awal mula persoalan ini terjadi ketika istri Halimi dikabarkan mengalami kendala kesehatan yang berkaitan dengan hal gaib, sehingga belum diberikan keturunan. FA kemudian meminta sejumlah uang sebagai syarat untuk melakukan penanganan. Halimi menyampaikan bahwa nominal awal yang diminta adalah sebesar lima juta rupiah. Akan tetapi, setelah pembayaran pertama, permintaan serupa terus muncul dengan berbagai dalih yang berbeda. Korban juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapatkan intimidasi secara psikologis. Ia disebut akan memiliki usia yang singkat jika tidak segera memenuhi permintaan dana tersebut. Kondisi itu membuatnya merasa tertekan dan akhirnya terus memberikan uang.
Selain alasan pengobatan, permintaan dana tersebut juga dibalut dengan janji-janji keagamaan. Di antaranya adalah jaminan untuk mendapatkan tempat di surga serta janji akan memperoleh pahala setara dengan menjalankan ibadah haji sebanyak puluhan kali. Halimi berharap agar aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara menyeluruh, termasuk menelusuri bagaimana mekanisme pengumpulan dana dilakukan dan untuk apa uang tersebut digunakan.
Adapun perkenalan Halimi dengan keluarga FA sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku pertama kali belajar agama kepada sosok bernama Gus Yayak pada tahun 2015, yang kemudian mengenalkannya kepada Ahmad Subaidi. Setelah Gus Yayak wafat pada tahun 2019, Halimi kemudian diminta untuk dekat dengan Ahmad Subaidi dan sejak saat itulah FA mulai mengklaim memiliki status spiritual tertentu. Kasus ini kini telah berada di tangan Polres Bangkalan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.









