WOWFACT.ID – Dunia kembali dibuat kagum oleh inovasi anak muda. Seorang siswi asal Meksiko berusia 16 tahun berhasil meraih medali emas di Indonesia setelah menciptakan alat pemadam api yang bekerja hanya dengan menggunakan gelombang suara.
WOWFACT.ID – Dunia kembali dibuat kagum oleh inovasi anak muda. Seorang siswi asal Meksiko berusia 16 tahun berhasil meraih medali emas di Indonesia setelah menciptakan alat pemadam api yang bekerja hanya dengan menggunakan gelombang suara.
Siswi tersebut adalah Ángela Karime Venegas Hernández, pelajar dari CETIS 78 yang berlokasi di Altamira, negara bagian Tamaulipas, Meksiko. Ia berhasil mencuri perhatian juri dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada 13–17 Oktober 2026. Inovasi yang mengantarkannya meraih emas itu diberi nama “Vortex Tech”. Berbeda jauh dari alat pemadam kebakaran konvensional, alat ini tidak membutuhkan air, busa, maupun serbuk kimia untuk memadamkan api. Ide Ángela bermula dari rasa penasaran bagaimana cara memadamkan lilin tanpa harus meniupnya, menyiramnya dengan air, atau menggunakan bahan apapun, melainkan hanya dengan suara.Dari rasa penasaran tersebut, ia kemudian merakit sebuah perangkat portabel yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu baterai 12 volt sebagai sumber daya, generator frekuensi untuk mengatur getaran, dan sebuah speaker khusus yang mampu memancarkan gelombang suara rendah sebanyak 30 pulsa per detik.
Prinsip kerjanya cukup unik. Getaran akustik yang dihasilkan speaker tersebut bekerja mendorong dan memisahkan oksigen yang ada di sekitar titik api. Karena api membutuhkan oksigen untuk tetap menyala, ketika oksigennya terpisah, api akan kehilangan sumber pembakarannya dan padam dengan sendirinya dalam waktu 5 hingga 8 detik saja. Untuk memastikan alatnya benar-benar berfungsi, Ángela tidak hanya melakukan satu atau dua kali percobaan. Ia telah menguji Vortex Tech lebih dari 100 kali dengan berbagai jenis sumber api yang berbeda.Hasilnya, alat ini terbukti efektif memadamkan api yang berasal dari kayu yang terbakar, cairan yang mudah terbakar, minyak goreng di dapur, hingga korsleting pada peralatan elektronik.
Keunggulan lainnya adalah alat ini sangat ramah lingkungan. Tidak meninggalkan residu, tidak mencemari udara, tidak merusak barang di sekitarnya, dan yang paling penting aman bagi orang yang menggunakannya. Hal ini menjadi solusi ideal untuk kebakaran di dalam ruangan atau di area yang sensitif terhadap air dan bahan kimia.
Keberhasilan Ángela di ISIF 2026 Indonesia langsung menjadi sorotan di negaranya. Ia dinilai berhasil merepresentasikan Meksiko dengan membawa inovasi yang menjawab salah satu bahaya tertua yang dihadapi manusia, yaitu kebakaran.Bahkan Wali Kota Mexico City, Claudia Sheinbaum, turut memberikan apresiasi atas prestasi Ángela yang telah mengharumkan nama Meksiko di kancah internasional dan membuktikan bahwa sains, kreativitas, dan talenta generasi muda mampu membuka jalan bagi teknologi baru di masa depan.
Ajang ISIF sendiri merupakan kompetisi sains dan invensi tahunan yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), yang diikuti oleh ratusan hingga ribuan tim peneliti muda dari puluhan negara di dunia.








