Pemimpin Hong Kong John Lee bersama tujuh pejabat tinggi pemerintahannya membungkukkan badan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tragedi kebakaran apartemen yang menewaskan 168 orang.
Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Kamis, 29 Oktober 2026, setelah laporan komite independen mengungkap adanya kelalaian serius dari pemerintah.
Dalam konferensi pers yang sama, John Lee juga mengumumkan pengunduran diri Menteri Perumahan Winnie Ho. Pengunduran diri tersebut terjadi setelah penyelidikan menemukan kelemahan pengawasan pemerintah terhadap proyek pemeliharaan bangunan yang berkaitan dengan tragedi tersebut.
Berdasarkan laporan investigasi, empat lembaga pemerintah turut bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Biro Perumahan menjadi pihak dengan tanggung jawab terbesar, bersama tiga instansi lainnya yakni Departemen Bangunan, Departemen Layanan Pemadam Kebakaran, dan Departemen Tenaga Kerja.
Kronologi Kebakaran Wang Fuk Court
Kebakaran besar melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po, wilayah pinggiran utara Hong Kong, pada 26 November 2025. Api menghanguskan tujuh gedung dan menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.
Kompleks tersebut dihuni lebih dari 4.600 penduduk, termasuk 1.700 individu berusia lebih dari 65 tahun. Dari 168 korban jiwa, sekitar 70 persen merupakan lansia berusia 65 tahun ke atas.
Faktor Pemicu Kebakaran Diduga Berasal dari Puntung Rokok dan Material Bangunan di Bawah Standar
Komite independen yang melakukan lebih dari 30 sesi pendengaran sejak Maret 2026 menemukan bahwa kebakaran kemungkinan besar dipicu oleh puntung rokok yang masih menyala yang membakar material di luar bangunan.
Penyelidikan juga menemukan penggunaan material konstruksi yang tidak memenuhi standar keselamatan, termasuk jaring pelindung perancah dan papan busa yang mudah terbakar yang membuat api merambat dengan cepat.
John Lee dalam pernyataannya mengatakan, ” Sebagai penanggung jawab pemerintahan, saya meminta maaf kepada korban bencana dan masyarakat, serta akan berupaya maksimal dalam menyelesaikan masalah ini.” Ia juga menegaskan akan melakukan reformasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. Saat ini, kepolisian Hong Kong telah mendakwa tujuh orang dan dua perusahaan, yakni Will Power dan Prestige, atas pelanggaran termasuk kelalaian yang menyebabkan kematian dan konspirasi penipuan terkait proyek renovasi senilai lebih dari 300 juta dolar Hong Kong.












