Seorang Warga Negara Indonesia bernama Muhammad Taufiq dilaporkan tewas dalam pertempuran di Donetsk, Ukraina, saat bertugas bersama pasukan Rusia. Kabar tersebut dirilis oleh Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (DIU) pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Muhammad Taufiq lahir di Sorong pada 22 Mei 1978. Sebelum berangkat ke Rusia, ia tercatat berdomisili di Surabaya dan pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta serta manajer di perusahaan agribisnis.

Taufiq menandatangani kontrak dinas militer selama satu tahun di Korolyov, wilayah Moskow, pada 19 April 2026. Dokumen keterangan dinas dengan nomor 779c tertanggal 4 Mei 2026 tersebut menyebut Taufiq ditugaskan sebagai penembak senapan mesin.
Menurut laporan DIU, perekrutan bermula saat Taufiq mengirimkan daftar riwayat hidup melalui platform pencarian kerja. Ia kemudian ditawari pekerjaan dengan iming-iming penghasilan tinggi.
Setelah menandatangani kontrak, Taufiq dikirim ke pusat pelatihan militer di dekat Voronezh. Ia hanya menjalani pelatihan sekitar 10 hari sebelum diterjunkan ke wilayah Ukraina yang diduduki Rusia pada awal Mei 2026.
Taufiq dilaporkan gugur pada pertempuran pertamanya, saat unit Rusia berupaya maju dari Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheva di wilayah Donetsk.
Kasus yang menimpa Taufiq menjadi cerminan maraknya perekrutan warga asing oleh militer Rusia. Data terbaru dari Markas Koordinasi Tawanan Perang Ukraina per Oktober 2026 mencatat, hampir 46 ribu warga asing dari 151 negara telah menandatangani kontrak dengan militer Rusia sejak invasi penuh pada 2022, dengan modus yang diduga menggunakan kedok lowongan kerja sipil bergaji tinggi.
















